Apa itu Subnetting, Dan Cara menghitung IP Address Kelas A/B/C, Subnet mask dan Net ID

January 26, 2021 Add Comment




Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.

Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.

Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:

Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.

Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.


#Terus apa itu SUBNET MASK?
Subnetmask yaitu digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:


CLASS OKTET PERTAMA SUBNET MAS DEFAULT PRIVATE ADDRESS
A           1-127                       255.0.0.0                           10.0.0.0-10.255.255.255
B           128-191                   255.255.0.0                       172.16.0.0-172.31.255.255
C           192-223                   255.255.255.0                   192.168.0.0-192.168.255.255

#Perhitungan Subnetting

Setelah memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.


Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:

Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

#SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
Host Terakhir 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.


Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

#SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30


Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.


Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).


Penghitungan:
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Alamat host dan broadcast yang valid
Subnet 172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1
Host Terakhir 172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254 172.16.255.254
Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:
Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
Alamat host dan broadcast yang valid
Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255

Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan.

#SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.


Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).


Penghitungan:
Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
0.0.0
1.0.0 …
254.0.0
255.0.0
Host Pertama
0.0.1
1.0.1 …
254.0.1
255.0.1
Host Terakhir
0.255.254
1.255.254 …
254.255.254
255.255.254
Broadcast
0.255.255
1.255.255 …
254.255.255
255.255.255

Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas.

Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2.

Apa Pengertian Dan Materi Pembelajaran Apa Saja di Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) ?

January 26, 2021 Add Comment
Siapa sih di dunia ini yang tidak mengenal komputer, laptop? Ya hampir semua dan bahkan seluruh penjuru dunia kini menggunakan komputer atau laptop untuk kebutuhan sehari-hari. Dan di negeri kita Indonesia komputer pun masuk dalam lingkup pembelajaran di sekolah, yaitu dengan sebutan TKJ. Tetapi masih ada saja yang tidak mengetahui apa itu Tkj, dan materi apa saja yang akan di bahas jika ambil jurusan Tkj? Baik mari kita bersama simak apa itu Pengertian dan Materi Pembelajaran Jurusan Teknik Komputer dan jaringan (TKJ).








*Pengertian TKJ
Tkj merupakan sebuah singkatan dari Teknik Komputer Jaringan yaitu sebuah program keahlian jurusan yang ada di sekolah tingkat SMK/STM. Para guru di sekolah mengajarkan kepada siswa Tkj tentang program-program atau keahlian, ketrampilan, sikap agar maksimal dalam merakit, install, memperbaiki (repair) komputer beserta jaringannya.


Mungkin dari kalian ada yang masih bingung dan bertanya-tanya tentang jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan), terutama kalian siswa yang baru lulus dari bangku sekolah SMP/Mts, dan mau melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Hmm sulit nggak sih pelajaran di Tkj?

Saya kan masih awam sekali tentang dunia komputer, apa nanti bisa ambil jurusan TKJ ?

Materi apa saja sih yang di pelajari di Tkj?

Trus, nanti kalo sudah lulus bisa kerja di mana jurusan Tkj?
Nah itu beberapa pertanyaan yang sering dipertanyakan oleh calon siswa baru SMK yang masih bingung tentang Tkj.
Jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) adalah suatu jurusan yang terdapat di SMK/STM yang mempelajari seluk-beluk dunia komputer dan jaringan komputer, mulai dari cara instalasi SO (Sistem Operasi), menangani masalah pada PC, memperbaiki PC, membuat jaringan LAN atau yang lainnya, membuat WEB, dan masih banyak lagi. Sekarang ini jurusan TKJ merupakan jurusan yang sangat populer/banyak peminatnya, meskipun banyak sekali saingan dari jurusan TKJ yaitu jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), jurusan Multimedia, dan lain-lain. Jurusan TKJ sangatlah mudah untuk dipelajari hanya modal kemauan untuk belajar dan belajar. Saya juga dulu tidak tahu apa itu TKJ, tapi setelah sekolah di jurusan ini saya jadi banyak tahu mengenai bagaimana memperbaiki PC, menginstalasi Jaringan LAN maupun yang lainnya.


Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, selagi kita berusaha walaupun terus gagal dan kemudian bangkit lagi pasti kita bisa, ya seperti anda yang mau sekolah di jurusan Tkj. Janganlah ragu dan bimbang semua manusia di lahirkan tanpa keadaan berilmu, jadi jika kita terus belajar maka pasti bisa. Walaupun anda awam tentang komputer, laptop, printer atau yang lainnya jika terus mau berusaha belajar pasti lama-kelamaan bisa atau bahkan mahir dalam bidang komputer. Tentang materi yang akan di pelajari di jurusan Tkj itu ada banyak, tapi tenang saja semua sudah di kelompokan perkelas masing-masing.


Oke langsung saja kita bahas Materi Pembelajaran Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Dan nantinya semua pertanyaan di atas akan terjawab sendiri setelah kalian membaca artikel ini.


*Materi-materi Jurusan TKJ


TKJ tidak lepas dengan pelajaran merakit komputer. Dalam merakit komputer diperlukan ilmu dan tidak boleh asal-asalan. Jurusan TKJ membahas tentag komponen penyusun komputer, bagaimana merakit komputer yang baik dan benar, melakukan konfigurasi komponen komputer serta yang terakhir pengujian hasil perakitan.
Setelah dirakit, Jurusan TKJ belajar tentang Sistem Operasi. Setelah siswa merakit, selanjutnya adalah melakukan instalasi Sistem Operasi. Belajar Sistem operasi mencakup perkembangan sistem Operasi, Arsitekturnya, Partisi Hardis, Instalasi Sistem Operasi, sampai dengan memanajemen sistem operasi sehingga dapat digunakan oleh user.
Selain membahas tentang komputer, Jurusan TKJ juga membahas tentang Jaringan. Berhasil merakit serta melakukan instalasi sistem operasi, siswa diajarkan tentang membuat jaringan. Siswa belajar tentang macam-macam jaringan komputer, memahami referensi OSI, membuat jaringan dengan macam-macam topologi, belajar TCP, setting IP Addrress, membangun jaringan lokal, dan membangun jaringan server.
Jurusan TKJ juga belajar tentang pemrograman website. Pemrograman website membahas tentang bagaimana website dibuat, membuat tabel, membuat link, belajar HTML, belajar CSS, belajar PHP dan belajar MySQL.
Lebih dalam lagi Jurusan TKJ membahas tentang sistem operasi jaringan, yang dimulai dari menyusun kebutuhan server, merakit server, melakukan instalasi sistem operasi jaringan untuk server, mengadministrasi jaringan server, melakukan backup dan restore server, hal-hal yang berkaitan dengan manajemen, troubleshooting server,dan membuat service-service jaringan seperti DNS server, DHCP server dll.
Silahkan kalian lihat artikel dibawah ini. Ini adalah materi Teknik Komputer dan Jaringan namun hanya beberapa saja :

Apa Manfaat Jaringan Internet Bagi Bidang Pemerintahan Perdagangan, Pendidikan dan Kesehatan?

November 05, 2020 Add Comment




 Manfaat jaringan internet sangatlah banyak dalam berbagai bidang. Namun masih ada beberapa orang yang mungkin belum mengetahuinya.


Persoalan:

Apakah kita perlu mengetahui manfaat dari jaringan internet? Apa saja sih kegunaan atau manfaat dari jaringan internet bagi bidang pendidikan, perdangan, pemerintahan, serta kesehatan?

Jawaban:

Tentu dengan perkembangan teknologi saat ini perlu kita tahu mengenai hal tersebut.
Oke langsung saja, pada uraian dibawah ini Jakwir TKJ akan menjelaskan manfaat jaringan internet diberbagai bidang antara lain sebagai berikut:

# Manfaat bagi bidang pendidikan:

  1. Mempermudah pencarian referensi serta mempermudah pencarian literatur. Hanya dengan mengetikkan kata kunci pada mesin pencari (search engine) maka akan tersedia daftar tulisan yang berkaitan dengan kata kunci yang dicari atau keyword tersebut.
  2. Menyediakan berbagai informasi berbentuk teks yang lebih banyak daripada buku. Bahkan melalui internet yang menyediakan fitur multimedia maka kita tidak hanya dapat membaca, melainkan kita dapat mendengarkan, menonton video maupun menonton tv secara online untuk proses pembelajaran kita dari berbagai sumber yang terpercaya.
  3. Menyediakan sumber informasi yang relatif murah. Seringkali orang membutuhkan informasi maka ia harus membeli buku yang harganya relatif mahal. Akan tetapi dengan internet orang dapat memperoleh informasi tanpa harus membeli buku atau majalah tersebut.
  4. Tidak dapat dipungkiri buku memang penting dalam proses belajar. Namun dengan internet kita dapat mendalami teori yang dipelajari dari buku dan juga dapat mencari informasi tambahan yang tidak diperoleh dari sekolah atau buku pelajaran.
  5. Melalui internet kita dapat belajar dengan saling berkomunikasi melalui email, video, konferensi jarak jauh, forum, dan lain sebagainya. Banyak para ahli di berbagai bidang yang menyediakan ruang konsultasi di situs pribadi mereka atau di situs resmi suatu lembaga untuk bertanya segala sesuatu yang ingin dia tahu.

# Manfaat bagi bidang perdagangan

  1. Perdagangan secara elektronik (ecommerce) memungkinkan perusahaan untuk menjual produknya kepada lebih banyak orang. Dengan kata lain perusahaan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dalam memasarkan produknya melalui internet.
  2. Perusahaan tidak perlu membuka banyak cabang distribusi secara fisik sehingga mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk proses bisnisnya.
  3. Karena biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dikurangi dalam hal pemasaran produknya, maka harga barang dapat bersaing relatif lebih murah untuk meningkatkan permintaan dari pasar melalui persaingan media online.

# Manfaat bagi bidang pemerintahan

  1. Media internet dapat digunakan pejabat pemerintah untuk menerima aspirasi masyarakat secara efektif dan efisien melalui website khusus untuk menyalurkan aspirasi masyarakat.
  2. Masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya secara mudah tanpa demonstrasi atau kekerasan. Saat ini masyarakat dapat menyalurkan aspirasi dengan mudah dengan cara menyampaikan aspirasi yang baik tersebut melalui media internet.
  3. Melalui perantara jaringan internet maka antara pemerintah dan masyarakat dapat terjadi hubungan yang berkesinambungan dalam membangun sistem pemerintahan yang lebih baik.
  4. Pemerintah dapat mengenalkan program-program pemerintah secara transparan dan terbuka terhadap masyarakat melalui jaringan internet sehingga masyarakat tidak merasa ragu-ragu terhadap jalannya pemerintahan saat ini.
  5. Melalui jaringan internet maka pemerintah dapat memanfaatkan untuk menambah investasi negara, salah satunya seperti dengan mengenalkan objek wisata untuk menarik banyak pengunjung baik dari dalam negeri maupun luar negeri dengan dibuatnya profil mengenai keindahan alam tersebut.

# Manfaat bagi bidang kesehatan

  1. Memberikan informasi mengenai fitur Sistem Informasi Rumah sakit (SIR) secara luas sehingga memudahkan dalam pertukaran informasi antar rumah sakit.
  2. Memudahkan masyarakat dalam mengetahui berbagai macam informasi melalui jaringan internet mengenai penyakit dan cara pengobatannya serta pencegahannya.
  3. Terbantunya perawat dalam melakukan manajemen terhadap data pasien yang dapat digunakan dalam mengklasifikasikan pasien, catatan personal mengenai riwayat penyakit pasien serta laporan bertahap mengenai kondisi dari pasien yang dirawat.
  4. Terpenuhinya alat bantu dalam penerapan rekam medis berbasis komputer di bidang kesehatan.
  5. Terwujudnya pengembangan E-Health di Rumah Sakit yang dapat diterapkan untuk membantu pengembangkan program dalam membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapanpun dan dimanapun saat diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui internet.
Sekian Jakwir TKJ memaparkan sedikit jawaban mengenai manfaat jaringan internet pada berbagai bidang. Jika ada yang kurang jelas bisa tanyakan dikolom komentar dibawah ini yah? Terimakasih.. 

Apa sih NOC itu ? Ngapain Aja Tugas NOC, Skill yang harus dipelajari untuk menjadi seorang NOC

October 04, 2020 Add Comment

 Selamat pagi, selamat datang di Zona TKJ. Kali ini saya akan membahas khusus tentang apa sih itu Network Operational Centre ?. NOC singkatnya adalah sebuah pekerjaan dimana kita sebagai seorang yang bertanggung jawab atas pemberdayaan jaringan internet, baik pada sebuah isp ataupun RT/RW net. 

NOC bertanggungjawab atas sumberdaya jaringan internet, mulai dari troubleshooting sampai pemeliharaan jaringan. Jika ada sebuah trouble dalam sebuah jaringan, NOC adalah bagian yang bertugas untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Jika anda ingin menjadi seorang NOC, akan saya berikan sedikit bocoran skill yang harus anda pelajari, sebagai berikut




1. Topologi Jaringan

Topologi atau tata letak sebuah bangun jaringan adalah hal yang mendasar namun sangat penting, dengan memahami topologi jaringan, kita akan lebih mudah untuk melakukan troubleshooting. Contoh kasus adalah topologi dari sebuah ISP lokal, seperti backbone, topologi lan, dan topologi WAN. Jadi mulai sekarang pelajari lebih lanjut tentang topologi jaringan.

2. Mikrotik

Optional sih, namun kebanyak isp lokal banyak yang menggunakan Mikrotik sebagai router utama untuk membagi bandwitdth maupun routingnya. Skill dalam mengoperasi dan konfigurasi akan menjadi nilai tambah jika anda ingin menjadi seorang NOC. Hal mendasar seperti IP address, firewall, routing, traceroute dan hal lain perlu anda pelajari mulai sekarang.

3. Konfigurasi WLAN

Karena sekarang sudah mulai banyak isp lokal yang menggunakan antenna, ada baiknya jika kita mulai belajar mengenai jaringan WLAN. UBNT, Tplink, Tenda, adalah perangkat yang kerap digunakan pada sebuah ISP lokal sebagai antena client. Untuk antena pemancar biasanya menggunakan AirGrid atau LHG Mikrotik.

4. Troubleshooting Jaringan.

Troubleshooting adalah hal yang paling penting, kita harus tau langkah-langkah apa yang harus kita lakukan dalam mengatasi sebuah masalah. Dalam hal ini kita bermain dengan logika, melakukan pengecekan dalam berbagai tahap. Contoh kasus ada pelanggan yang komplain akses internet terkendala. Langkah troubleshooting pada umumnya akan dilakukan dalam tiap ruas, seperti dari client ke antena penerina, dari antena penerima ke antena pemancar, dari antena pemancar ke router pusat. Hal tersebut dilakukan secara bertahap untuk mengetahui letak trouble-nya.

5. Kerja sama tim.

Hal yang paling penting berikutnya adalah kerja sama tim, karena kita sebagai NOC tidak bekerja sendiri. Dalam NOC akan ada tim yang beranggotakan orang2 dalam tugas masing-masing, namun dalam tujuan yang sama. Percuma jika kita ahli dalam bidang jaringan, namun tidak bisa bekerja dengan tim, hal tersebut memungkinkan terjadinya Miskomunikasi antar tim yang akan menghambat proses troubleshooting.

Daily Job, Troubleshooting Jaringan Mikrotik dan UBNT oleh Network Operational Centre (NOC)

October 01, 2020 Add Comment

Sealamat datang di zonatkj, pada postingan kali saya akan berbagai bagaimana sih seorang NOC melakukan troubleshooting dalam sebuah jaringan. Contoh kasusnya jika ada pelanggan yang komplain ke NOC kalau internet sedang terkendala.

Karena di kantor saya menggunakan dua media, Antenna dan Fiber. Jadi ada 2 langkah berbeda dalam troubleshooting jaringannya. Yang pertama yang kita bahas adalah pada Antenna dulu. Contoh kasus ada pelanggan yang komplain WiFi atau internet mereka lambat. Langkah-langkah adalah sebagai berikut



1. Cek kondisi Link dari client.

Langkah pertama adalah kita memastika bahwa link dari pusat ke router client sedang dalam posisi online. Dalam hal ini adalah kita bisa mengakses remote router dari pelanggan. Jika kita tidak bisa mengakses router pelanggan, ada dua kemunginan. Antara router client tidak terhubung ke sumber listrik atau ada kendala pada antenna penerima client

2. Cek Trafik dari pelanggan.

Yang kedua adalah kita cek trafik penggunakan internet dari pelanggan. Ada dua penyebab internet tidak jalan, yaitu trafik berjalan maksimal (Overload), dan yang kedua adalah tidak ada trafik yang berjalan. Caranya cukup mudah, jika menggunakan mikrotik, kita buka interterface yang mengarah ke client, lalu pilih menu trafic. Nanti akan terlihat trafik Download / Upload yang berjalan

3. Cek kondisi antenna.

Jika trafik berjalan rendah atau bahkan tidak ada sama sekali, langkah yang kita lakukan selanjutnya adalah mengecek kondisi dari antenna, dalam hal ini bisa atau tidaknya kita mengakses antenna client. Pada umumny antenna penerima banyak yang menggunakan brand cari Ubiquity atau UBNT, baik powerbeam atau litebeam

4. Cek antenna pusat distribusi.

Jika antenna client tidak bisa diakses, langkah selanjutnya adalah mengecek kondisi dari antenna pusat distribusi. Apakah antena distribusi berjalan normal bisa kita melalui remote akses. Jika kita bisa masih bisa melakukan remote, kemungkinan kerusakan pada transmisi dari antena distribusi ke antena penerima milik client. Banyak faktor yang bisa menyebabkan hal tersebut, bisa dari adanya interferensi, settngan frekuensi, dan lainnya.

Selanjutnya adalah troubleshooting jaringan pada media kabel fiber optik. Pada media ini untuk melakukan proses pengcekan dan perbakan terbilang cukup sederhana, sebagai berikut.

1. Cek keadaan router pelanggan

Pada langkah awal adalah bisa atau tidaknya kita mengakses router pelanggan kita. Pada umumnya router yang mendukung kabe fiber optik adalah ZTE F609, jika tidak bisa kemungkinan ada kerusakan pada kabel fibernya.

2. Cek OLT

Jika ada kerusakan pada kabel FO nya (Fibercut)  kita bisa melakukan pengecekan pada olt, kita tinggal masuk pada interface GPON dan ONU nya, lalu kita lihat statusnya. Apakah Working atau Los. Jika los bisa dipastikan ada kerusakan pada kabel FO nya. Untuk perbaikan kabel FO adalah tugas dar bagian teknisi, di sini mereka akan melakukan pengecekan mulau dari mengecek redaman menggunakan OPM, sampai melakukan sambungan ulang kabel menggunakan splasher.


Di atas adalah pengalaman saya saat melakukan troubleshooting jaringan sebagai seorang network operational centre (NOC)